0

Vasil Hardfork – Penjelasan Teknis

Share

Halo Warga Cardano!
Mungkin ada yang penasaran, secara teknis apa sih maksudnya Vasil Hardfork yang bikin ramai diperbincangkan oleh komunitas Cardano akhir-akhir ini? Simak penjelasan singkat namun lugas dari salah satu kontributor kita di forum Cardano Indonesia bro @prosperaan dibawah ini ya!

Update terbaru mengenai persiapan ke hard fork Vasil

  • Environment Pre-Production akan di-hard fork terlebih dahulu pada tgl 19 Sep 2022, sedangkan Mainnet sendiri masih sesuai rencana di tgl 22 Sep 2022.
  • Versi node terbaru 1.35.3 dari para SPO sudah minting lebih dari 98% block di jaringan
  • Kesiapan para exchange hasilnya juga positif, saat ini sudah sekitar 55% exchange by liquidityyang sudah terintegrasi (target 80%). Dari Indonesia, Indodax masih belum mulai persiapan ke hard fork Vasil.




Selengkapnya mengenai kesiapan ekosistem dengan hard fork Vasil dapat dilihat di link berikut, https://iohk.zendesk.com/hc/en-us/articles/7981157534105-Ecosystem-readiness-for-Vasil-upgrade

Apa saja yang akan ada setelah hard fork Vasil. Sebagai recap dari post – post selama beberapa bulan belakangan:

  1. Perubahan Plutus Core
    *Plutus Interpreter & Cost Model baru
    a. Plutus Interpreter yang terbaru ini meningkatkan waktu & penggunaan memory bagi script yang berjalan di Plutus v1 & v2.
    b. Cost model baru mengurangi biaya transaksi baik di Plutus v1 & v2 (mulai efektif per tgl 27 Sep 2022).
  2. Plutus v2
    a. Reference Inputs (CIP-31) → Optimisasi
    Input UTXO cukup ditunjuk/direferensikan saja, tanpa perlu di-consume.
    UTXO yang tersimpan di blockchain dapat digunakan lagi tanpa harus spending & re-create UTXO lagi. User dapat menggunakan input UTXO yang sama. Alhasil banyak transaksi yang dapat diproses secara paralel bersamaan dan meningkatkan konkurensi.
    b. Inline Datums (CIP-32) → proses pembuatan script menjadi lebih mudah bagi para developer dapps
    Datum dapat dilihat langsung dan di-attached ke output, tidak perlu proses matching dengan hash lagi sehingga menghemat memory.
    c. Reference Scripts (CIP-33) → menurunkan ukuran & biaya transaksi serta meningkatkan kapasitas throughput
    Saat ini di Plutus v1, script harus di-embed di dalam body transaksi.
    Di Plutus v2, script dapat di-attached langsung ke output sehingga transaksi cukup mereferensikan script saja tanpa harus di-embed di dalam body transaksi.
    Ukuran transaksi menjadi lebih kecil sehingga ukuran memory yang diperlukan juga lebih sedikit dan biaya transaksi menjadi lebih murah.
    *Semua dapp developer harus upgrade ke Plutus v2 untuk menggunakan ketiga fitur terbaru di atas.
  3. Collateral Change Address (CIP-42)
    Biaya transaksi dapat lebih diprediksi karena dapps developer dapat menspesifikasikan atau menominasikan sebuah alamat untuk menerima kembalian (change address).
    Di Plutus v1, ketika sebuah transaksi berhasil divalidasi, jaminan (collateral) dikembalikan ke default change address. Namun di Plutus v2, jaminan ini dapat dikirim ke alamat kembalian khusus yang telah di-setup sebelumnya. Seandainya transaksi gagal divalidasi, maka collateral tetap diambil (sama seperti Plutus v1), namun amount yang masih ada di dalam transaksi dapat dikirim balik ke alamat kembalian khusus ini juga.
  4. Transaction Redeemer Changes
    Pembuatan script yang lebih mudah sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para developer.
    Developer dapat melihat redeemers untuk semua input. Saat ini, hanya dapat melihat satu persatu hasil dari script yang sudah dieksekusi.
  • Single Verifiable Random Function
    Ditujukan untuk para SPO, proses propagasi block yang lebih cepat sehingga meningkat performa sistem secara keseluruhan tanpa mengorbankan sisi keamanan.
    Saat ini di Alonzo, setiap propagasi block membutuhkan 2x proses VRF Function Calls dalam setiap hop network → cost intensive process.
    Nantinya di Vasil, proses ini dikurangi menjadi 1x saja dalam setiap hop network.
  • Diffusion Pipelining
    Meningkatkan waktu dalam propagasi block (sama seperti proses VRF yang dikurangi di atas).
    Block – block akan dipropagasi sebelum mereka tervalidasi penuh sehingga waktu yang saling overlap dapat digunakan untuk memvalidasi block sebelumnya.
    Diffusion Pipelining akan dimonitor selama beberapa Epoch setelah hard fork agar jika diperlukan dapat di-tune up lagi untuk meningkatkan performanya.
    *Penghematan waktu yang didapat dari Diffusion Pipelining memberikan ruang waktu lebih untuk meningkatkan skalabilitas Cardano:
    a. Kapasitas throughput – ukuran block yang lebih besar, semakin banyak transaksi yang dapat ditampung
    b. Plutus Script memory units – jumlah memory yang lebih besar untuk eksekusi Plutus Script
    c. Plutus CPU limits – computational resources yang lebih besar dapat dialokasikan untuk Plutus Script

Sementara untuk Timeline nya adalah seperti gambar dibawah


Sumber: https://forum.cardano.org/t/cardano-360-mid-sep-2022-update-technical/107754

Saya ingin mendaftar adakita newsletter!

* harus diisi